Sekali Layar Terkembang Surut Kita Berpantang...

Minggu, 05 September 2010

Satma PP tak Identik dengam Premanisme

Satuan pemuda pancasial (Satma PP) Kota pekanbaru menggelar silahturahmi dan buka pusa bersama  25 anak yataim serta puluhan kadernya. Kegiatan ini dipusatkan  di Kantor Majelis Pimpinan Wilayah PP di jalan Sudirman Pekanbaru, Sabtu  04-09-2010.

Selain berbuka pusa bersama , Satma PP juga memberikan santunan kepada anak yatim piatu yang hadir saat itu. “Santunan ini kita berikan sebagai bukti kader-kader pancasila terhadap masyarakat,” kata ketua Satma PPPekanbaru, Ronald Akhyar SH kepada wartawan.

Menurutnya selama ini Satma PP sudah menjalin komunikasi yang baik dengan seluruh elemen masyarakat Pekanabaru. Agar silahturahmi tetap berjalan terus, timbul niat satma PP mengisi bulan Ramadhan ini dengan acara kebersamaan. “Sekaligus kita tunjukkan kepekaan Satma PP pada masyarakat,” tuturnya.

Selama ini, masih banyak penilaianan negative pada organisasi Pemuda Pancasila (PP) dari masyarakat. Padahal , PP bersama organisasi sayapnya sudah mulai berbenah agar lebih baik. PP juga tak identik dengan premanisme. Justru melalui Satma-nya, PP ingin melahirkan kader-kader intelwktual yang murni peduli terhadap kehidupan bermasyarakat.

Ditambahkan dia, bukti dari kepedulian Satma PP tersebuat terhadap perkembangan masyarakat adalah dengan melakukan Sweeping pada tempat-tempat hiburan yang beroperasi di bulan Ramadhan. Sweeping ini menurut Ronald sudah beberapakali mereka gelar dan ke depan  akan terus berlanjut.

Dari aksi tersebut, Satma PP melihat masih banayak tempat hiburan yang tak patuh pada Perda Pekanbaru nomor 3 tahun 2002 tentang tempat hiburan malam. Diantaranya tempat karoke dan rumah biliar.

Aksi ini juga dinilaiRonald tak berjalan mulus. Pasalnya, banyak tempat hiburan malam yang berani beroperasi karena sudah di backing oleh oknum aparat dan preman. “Itulah yang rawan terhadap gesekan-gesekan,” katanya. Meskipun demikian, Satma PP bertekad tetap proaktif memberikan data dan tekanan pada pemerintah untuk menyelesaikan masalah itu.

Hal senada juga disampaikan oleh dewan pimpinan Satma PP Pekanbaru, Amer Hamzah Sip. Kepada wartawan, alumnus Fisip Universitas Riau ini menilai perjuangan kader-kader  Pancasila untuk ikut mengawasi penegakkan Perda di Pekanbaru cukup berat. Meski demikian, ia berharap usaha tersebut tak pernah kendor dengan tetap mengedepankan hokum.

Sumber: Tribun Pekanbaru edisi Minggu 5 September 2010

1 komentar:

  1. Wah...
    salut gw kalo kyk gini...
    kalo satma sering melakukan kegiatan kemasarakatan ini akan bisa merubah pandangan masyarakat yang selama ini negatif....

    Pertahan kan terus...
    jangan jadi preman2 yang memeras rakyat... yang menjadi sampah masyarakat...

    Di tunggu kabar gembira berikutnya...

    BalasHapus